Postingan

PROVIDENSI ALLAH

Pemeliharaan Allah melalui bencana (Providensi Allah) Rut 1:1-6, 19-21, 4:13-17 Pendahuluan Beberapa waktu yang lalu kita dikejutkan dengan peristiwa yang telah terjadi di Donggala dan Palu, dimana yang meninggal karena bencana gempa dan tsunami sebanyak 2000 an orang, bahkan dari peristiwa itu kita pun baru dengar kata likuifaksi dan baru tahu apa itu likuifaksi, seperti sunami tatapi bukan gelombang air laut, namun gelombang tanah yang menenggelamkan salah satu desa di kelurahan petobo, 744 unit lebih rumah roboh dan hilang ditelan tanah. Belum lama peristiwa itu terjadi, bencana menimpa Indonesia kembali, Pesawat Lion air jatuh, ada seratus orang lebih meninggal. Kita bisa saja berkata, di mana Tuhan, bukankah Dia Mahakuasa? Bukankah Dia sanggup memberhentikan likuifaksi, bukankah Ia sanggup menjaga pesawat tersebut, sehingga bisa mendarat dengan selamat? Jawabannya pasti sanggup, Seperti Dia yang berkata kepada angin badai di danau galilea, “Diam, tenanglah”. namu...

Di Dalam Yesus Tidak Ada Kebencian

Di dalam Allah Tidak Ada Kebencian 1 Yohanes 2:7-11 Pendahuluan Kebencian adalah lawannya dari cinta. Namun kebencian bukan kekuatan yang berdiri sendiri, yang sedang berhadapan dengan cinta, tetapi kebencian adalah kealpaan cinta. Seperti terang dan gelap, atau kebaikan dan kejahatan atau kebenaran dan kesalahan.   Bagaimana kita mengetahui satu tambah satu asama dengan   tiga adalah salah, jikalau tidak ada kebenaran satu tambah satu adalah dua, bagaimana kita tahu kegelapan, kalau semuanya gelap, karana ada terang, dan saat   terang tersebut pergi baru kita tahu apa itu kegelapan Demikian juga dalam hukum moral, karena ada nilai-nilai kebaikanlah maka saat nilai-nilai kebaikan itu dilanggar maka kita menilainya sebagai kejahatan. Begitu juga kebencian, yang ada itu adalah cinta, saat kita melihat ada tindakan tanpa atau ketiadaan sama sekali cinta, maka itulah kebencian. Karena itulah Rasul Yohanes memakai istilah terang dan kegelapan saat menjelaskan...

Hidup bergaul dengan Tuhan

Hidup Orang Beriman adalah Bergaul Dengan Tuhan Kejadian 5:21-24, Ibrani 11:5-6 Pendahuluan Setiap orang, disadari atau tidak punya alasan kenapa dia hidup. Beberapa orang kenapa dia tetap hidup, karena dia sedang mengejar impiannya , sehingga seluruh energinya dikerahkan  untuk mewujudkan impiannya. Maka ada istilah “Bermimpilah” Seperti perkataan Soekarno “"Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang."” Ada lagi orang hidup, alasanya adalah hanya untuk hidup. Sehingga yang ia kerjakan adalah bagaimana supaya bisa tetap hidup. Ya bekerja, supya dapat tetap hidup. Ada lagi orang berpikir bahwa hidup yang sekarang ini, setelah itu tidak ada lagi, dengan alasan inilah, akhirnya dia memuaskan seluruh keinginannya (hedonisme) Ada lagi orang yang hidup dengan alasan anak, seingga ia berusaha bagaimana mensukseskan anak, setelah anaknya sukses, maka dia siap kalau mati Ada lagi...

PENGIKUT YESUS BUKANLAH SEORANG UPAHAN

Gambar
Kristen Kasih Karunia dan Bukan Upahan Matius 20:1-16 Pendahuluan Pada umumnya setiap orang setuju dengan pribahasa “ Berakit-rakit ke hulu, Berenang-renang ke tepian; Bersakit-sakit dahulu, Bersenang-senang kemudian! ” Arti Peribahasa :  Apabila ingin mendapatkan kesenangan atau keberhasilan di kemudian hari haruslah berani bersusah payah terlebih dahulu, dengan kerja keras, tidur sampai larut malam, jarang beristirahat dan lain sebagainya. Dan begitu juga kebalikannya, kalau malas, tidak mau berkerja keras, tukang tidur, maka jangan harap kelak hidup senang atau berhasil. Ini telah menjadi matematika kebanyakan orang, oleh karena itu terbentuklah agama-agama yang didasarkan kinerja seseorang, semakin sering berbuat baik semakin banyak pahalanya, semakin banyak melakukan ibadahnya, semakin banyak pahalanya, semakin tekut dan taat terhadap peritah-perintah agama semakin banyak pahalanya, termasuk juga agama Yahudi pada saat itu. Petrus yang adalah ora...